Tutut Dwiyoko
Minggu, 05 Januari 2014
Senin, 04 November 2013
Abstrak- Gambaran Tingkat Depresi Pasien Pasca Stroke dengan Menggunakan Instrumen Beck Depression Inventory II (BDI II) di RSUP Dr. Kariadi Semarang
PROGRAM DIII
OKUPASI TERAPI
JURUSAN OKUPASI
TERAPI
POLITEKNIK
KESEHATAN SURAKARTA
Karya Tulis
Ilmiah, 2013
Tutut Dwiyoko
Gambaran Tingkat Depresi Pasien Pasca
Stroke dengan Menggunakan Instrumen Beck
Depression Inventory II (BDI II) di RSUP Dr. Kariadi Semarang
xiv + 40 halaman, 6 lampiran
Abstrak
Latar Belakang. Stroke adalah
sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah dan asupan oksigen ke
otak sehingga dapat menyebabkan kematian jaringan otak (infark serebral).
Gangguan neurologis akibat stroke dapat menyebabkan psikologis penderita
terganggu. Stroke juga telah diketahui sangat mempengaruhi kualitas hidup
penderitanya, sehingga tidak sedikit penderita stroke yang juga mengalami
depresi.
Tujuan
Penelitian. Tujuan
dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pasien
pasca stroke dengan menggunakan instrumen Beck
Depression Inventory II (BDI II).
Metode
Penelitian.
Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode deskriptif
terhadap 10 sampel pasien pasca stroke di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode
pengambilan sampel dilakukan dengan teknik totally sampling.
Hasil
Penelitian.
Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa 70% sampel mengalami depresi
minimal/normal, depresi ringan 10%, depresi sedang 20%. Perempuan lebih banyak
mengalami depresi daripada laki-laki, yaitu sebesar 10% mengalami depresi
ringan dan 10% depresi sedang dibanding laki-laki 10% depresi sedang. Usia
56-60 tahun paling banyak mengalami depresi dibandingkan kategori usia lain,
yaitu depresi ringan 10% dan depresi sedang 10%. Penyebab stroke
non haemoragik lebih banyak mengalami depresi, yaitu depresi ringan 10% dan
depresi sedang 20%. Sisi lumpuh kanan lebih banyak mengalami depresi, yaitu depresi ringan
10% dan depresi sedang 10%.
Kesimpulan. Tingkat depresi
pasien pasca stroke di RSUP Dr. Kariadi Semarang antara depresi ringan sampai
dengan depresi sedang dan tidak terdapat sampel yang mengalami depresi berat
dari jumlah total sampel.
Daftar
Pustaka : 36
(1993-2012)
Kata
Kunci : Stroke,
depresi, BDI II
Selasa, 06 Maret 2012
Lirik Only The Strong - Burgerkill
Lagu favorit gue "only the strong" from [ BURGERKILL ].....
\yeeahh/
\yeeahh/
Only
The Strong
Wake
up! Get up! We need to step up!
Your presence is required
A long hard road through millions of ingested pain
There's nothing easy to escape
Our fate's in motion
Push that door,destroy the wall
Together we're looking for a direction
Set a fire,feel the flame of our desire
We're never desperate for guidance, our heart screams inside with pride
It's now or never!
It's our chance to lead the way
We're all fired up
We won't be their fucking slaves
And we have to save our selves
Our fate's in motion
Stand on and grip to what we believe
They are to weak to tell us how to live
Their words will never hold us down
We'll kill them without a sound
Determination is the only solution
Side by side,dare we stay until the end
Pursuing a dream of glory and making a places in our own history
I know there's nothing perfect in this world
And our futures are still digging for the comfort zone
It's now or never!
It's our chance to lead the way
We're all fired up
We won't be their fucking slaves
And we have to save our selves
Yeah i'm never gonna stop and we never gonna drop
Fight to see a better day
Let them know,let them know
Only the strong..We are venomous!
Your presence is required
A long hard road through millions of ingested pain
There's nothing easy to escape
Our fate's in motion
Push that door,destroy the wall
Together we're looking for a direction
Set a fire,feel the flame of our desire
We're never desperate for guidance, our heart screams inside with pride
It's now or never!
It's our chance to lead the way
We're all fired up
We won't be their fucking slaves
And we have to save our selves
Our fate's in motion
Stand on and grip to what we believe
They are to weak to tell us how to live
Their words will never hold us down
We'll kill them without a sound
Determination is the only solution
Side by side,dare we stay until the end
Pursuing a dream of glory and making a places in our own history
I know there's nothing perfect in this world
And our futures are still digging for the comfort zone
It's now or never!
It's our chance to lead the way
We're all fired up
We won't be their fucking slaves
And we have to save our selves
Yeah i'm never gonna stop and we never gonna drop
Fight to see a better day
Let them know,let them know
Only the strong..We are venomous!
Sabtu, 25 Februari 2012
PSORIATIC ARTHRITIS????
PSORIATIC ARTHRITIS
![]() |
Disusun
Oleh:
Kelompok
2
Kelas
Reguler
Diajukan Guna Melengkapi Tugas OT
pada Rematologi
JURUSAN
OKUPASI TERAPI
POLITEKNIK
KESEHATAN
KEMENTERIAN
KESEHATAN SURAKARTA
2011
PSORIATIC ARTHRITIS
Disusun
Oleh:
1.
Ambar Sundari P27228010003
2.
Choirur Rachman P27228010007
3.
Dwi Cahyono P27228010010
4.
Endah Cahyandari P27228010012
5.
Febriana Dwi C. P27228010014
6.
Hemat Tri Wibowo P27228010018
7.
Irfan Yanuardi P2722801020
8.
Rani Kristwati P2722801031
9.
Rica Aqwina P27228010034
10.
Tutut Dwiyoko P27228010038
Diajukan Guna Melengkapi Tugas OT
pada Rematologi
JURUSAN
OKUPASI TERAPI
POLITEKNIK
KESEHATAN
KEMENTERIAN
KESEHATAN SURAKARTA
2011
Bab I: Pendahuluan
Definisi
Psoriasis adalah penyakit kulit menahun (kronis) dan kambuhan (residif)
yang ditandai dengan bercak kemerahan, berbatas tegas, ditutupi semacam sisik
(skuama kasar dan berlapis) berwarna putih bening, disertai fenomena bercak
lilin (Karsvlek phenomena). Walau
tidak berbahaya dan tidak menular, Psoriasis membuat penderitanya merasa risih atau kurang percaya diri karena alasan kosmetik. (Marwali, 2000)
Sedangkan menurut Soebaryo (2011), Penyakit psoriasis merupakan penyakit kulit menahun akibat gangguan
kekebalan tubuh (autoimun) yang menyebabkan sel-sel kulit mati diproduksi
secara berlebih. Penyakit ini belum bisa disembuhkan dan bersifat kambuhan.
Psoriasis ialah sejenis penyakit kulit yang penderita nya mengalami
proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang
untuk jangka waktu lama atau timbul/hilang, penyakit ini secara klinis sifatnya
tidak mengancam jiwa, tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada
bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta menggangu
kekuatkan mental seseorang bila tidak dirawat dengan baik. (Yayasan Peduli
Psoriasis Indonesia, 2007)
Tipe-tipe psoriasis. Psoriasis
terbagi atas, 1) Psoriasis vulgaris. Bentuk ini ialah jenis yang paling umum
karena itu disebut vulgaris. Dinamakan pula tipe plak karena lesi-lesinya
berbentuk plak, 2) Psoriasis gutata. Diameter kelainan biasanya tidak melebihi
1 cm. Timbulnya mendadak dan
mengenai seluruh badan. Umumnya setelah
infeksi saluran nafas bagian atas, sehabis influenza atau morbilli (campak)
terutama pada anak dan dewasa muda, 3) Psoriasis putulosa. Gejala awalnya kulit
terasa nyeri disertai gejala umum berupa demam, mudah capek, mual, dan nafsu
makan menurun. Kelainan psoriasis yang telah ada makin parah , setelah beberapa
jam timbul agak bengkak dan bintil-bintil bernanah pada bercak tersebut.
Kelainan-kelainan semacam itu akan
terus muncul dan dapat menjadi
eritroderma. 4) Psoriasis erithrodermis. Dapat disebabkan oleh pengobatan
topikal yang terlalu kuat atau oleh penyakitnya sendiri yang makin meluas.
Biasanya kelainan kulit yang khas untuk psoriasis tidak tampak lagi karena
terdapat kemerahan dan bersisik tebal yang menyeluruh. Adakalanya kelainan
kulit psoriasis masih tampak samar-samar, yakni lebih merah dan kulitnya lebih
meninggi, 5) Psoriasis kuku. Menyerang dan merusak kuku. Permukaan kuku tampak
lekukan-lekukan kecil. Jenis ini termasuk bandel, sehingga penderita sulit
sembuh, 6) Psoriasis artritis. Penyakit ini dapat pula disertai peradangan pada
sendi sehingga sendi terasa nyeri, membengkak, dan kaku, persis seperti gejala
rematik. Pada tahap ini, penderita harus segera ditolong agar sendi-sendinya
tidak sampai keropos. (Manajemen Hidup Sehat oleh Dr Nico A. Lumenta).
Psoriatic Arthritis adalah tipe peradangan
sendi kronis yang berhubungan dengan kondisi kulit kronis psoriasis yang mana
dipercaya sebagai suatu penyakit keturunan.
Psoroatic Arthritis
adalah sebuah kondisi inflamatori dari sendi yang biasanya berhubungan dengan
psoriasis. Lebih dari 40% penderita psoriasis memiliki tanda yang sama dengan
psoriatic arthritis (William, 2006).
Prevalensi
Menurut Dr.Cecilia R Padang Phd FACR Prevalensi
psoriasis penduduk di Indonesia dapat mencapai 1,3% dari populasi penduduk
Indonesia.
Jika penduduk Indonesia saat ini sekitar 200 juta
berarti ada sekitar 2-6 juta jiwa yang menderita psoriasis dan 30% penderita
psoriasis juga beresiko menderita radang tulang (psoriasis arthritis).
Data lain menyebutkan bahwa sekitar 1 diantara 20
penderita psoriasis akan menderita artritis. Pada sekitar 75% kasus, artritis
didahului oleh psoriasis. Psoriasis artritis paling sering dialami pada usia 30
tahunan atau pada dewasa muda. Laki-laki banding perempuan adalah 1:1.
Menurut data di Amerika psoriasis
adalah penyakit autoimun yang paling umum di AS.
Sebanyak 7,5 juta orang Amerika-sekitar 2,2 persen dari populasi - telah
psoriasis. 125 juta orang di seluruh dunia-2 sampai 3 persen dari total
populasi telah psoriasis, menurut Hari Psoriasis Dunia konsorsium. Studi
menunjukkan bahwa antara 10 dan 30 persen orang dengan psoriasis juga
mengembangkan arthritis psoriatis. Prevalensi psoriasis di Afrika Amerika
adalah 1,3 persen dibandingkan dengan 2,5 persen dari Kaukasia.
Etiologi
Penyebab arthritis psoriatis saat
ini tidak diketahui. Kemungkinan oleh
kombinasi faktor genetik,
kekebalan, dan lingkungan yang terlibat. Faktor genetik tampaknya memainkan peran penting. Ada konkordansi 70%
untuk psoriasis pada kembar monozigot. Ada risiko 50
kali lipat peningkatan mengembangkan arthritis psoriatis di tingkat pertama keluarga
pasien dengan penyakit tersebut. Ada
risiko 2 kali lipat terhadap penyakit "transmisi"
oleh seorang ayah yang terkena dibandingkan dengan ibu yang terpengaruh. Psoriasis merupakan
suatu kelainan kulit menahun yang sering ditemukan, yang menyebabkan timbulnya
bercak-bercak merah di kulit.
Sekitar 1 diantara 20 penderita psoriasis akan
menderita artritis. Pada sekitar 75% kasus, artritis didahului oleh psoriasis.
Pada beberapa penderita, penyakit ini bersifat berat dan biasanya menyerang
jari-jari tangan dan tulang belakang. Pasien dengan Psoriatic arthritis yang memiliki arthritis di tulang belakang, penanda gen bernama HLA-B27
ditemukan sekitar 50%. Pengujian darah digunakan untuk menguji gen HLA-B27.
Beberapa gen lain juga telah ditemukan lebih umum pada pasien dengan Psoriatic arthritis.
Perubahan tertentu dalam sistem kekebalan tubuh juga mungkin penting dalam pengembangan Psoriatic arthritis.
Sebagai contoh, penurunan jumlah sel
kekebalan yang disebut sel T helper pada orang dengan
AIDS mungkin memainkan peran
dalam pengembangan dan perkembangan psoriasis pada pasien ini. Pentingnya dari agen yang menular dan faktor lingkungan lain yang menyebabkan Psoriatic
arthritis sedang diselidiki oleh
para peneliti.
Tanda dan Gejala
Arthritis sering melibatkan lutut,
pergelangan kaki dan sendi pada kaki. Biasanya, hanya beberapa sendi yang
meradang pada suatu waktu. Sendi yang meradang menyebabkan rasa sakit (dolor),
bengkak (tumor), panas (kalor) dan merah (rubor). Kadang- kadang, peradangan
sendi pada jari tangan atau kaki dapat menyebabkan pembengkakan jari secara
keseluruhan, memberi mereka penampilan “sosis”. Kekakuan sendi adalah umum dan
biasanya memburuk di pagi hari. Artritis psoriatik mungkin melibatkan banyak sendi dari tubuh secara simetris, meniru pola
yang terlihat pada rhemaumatoid arthritis.
Psoritic arthritis juga dapat
menyebabkan peradangan pada tulang belakang (spondilitis) dan sakrum,
menyebabkan nyeri dan kekakuan di punggung bawah (low back pain), bokong, leher dan punggung atas. Kadang- kadang, psoriatic atrhritis melibatkan sendi-
sendi kecil pada ujung jari. Sebuah bentuk yang sangat destruktif radang sendi
disebut “mutilans” dapat menyebabkan
kerusakan cepat pada sendi. Untungnya, bentuk artritis adalah jarang terjadi
pada pasien dengan Psoriatic arthritis.
Pasien dengan psoriatic arthritis juga dapat menghasilkan peradangan pada tendon
(tendinitis) dan disekitar tulang rawan. Peradangan dari tendon achilles (Achilles tendonitis), menimbulkan rasa
nyeri saat berjalan dan menaiki tangga. Peradangan dari dinding dada dan tulang
rawan yang menghubunngkan tulang rusuk dengan tulang dada (sternum) bisa
menyebabkan nyeri dada, seperti yang terlihat di costochondritis. Selain dari artritis dan ankylosing, psoriatic arthritis dapat bmenyebabkan peradangan pada
organ lain, seperti mata, paru- paru dan aorta. Peradangan dibagian berwarna
mata (iris) menyebabkan iritis, sebuah kondisi menyakitkan yang dapat
diperburuk oleh cahaya terang seperti iris membuka dan menutup pembukaan pupil.
Kortikosteroid disuntikkan langsung ke dalam mata kadang- kadang diperlukan
untuk mengurangi peradangan dan mencegah kebutaan. Peradangan di dalam dan
sekitar paru- paru (pleuritis) menyebabkan nyeri dada, terutama dengan bernafas
dalam- dalam, serta sesak nafas. Peradangan dari aorta (aortitis) dapat
menyebabkan kebocoran dari katup- katup aorta, yang menyebabkan gagal jantung
dan sesak nafas.
Timbulnya jerawat dan kuku biasanya
terlihat pada psoriatic arthritis.
Lubang dan gundukan terlihat pada kuku dan kuku kaki dari 80% pasien dengan psoriatic arhtritis. Menariknya,
perubahan karakteristik kuku yang diamati hanya dalam minoritas dari pasien
psoriasis yang tidak memiliki artritis. Jerawat telah tercatat terjadi pada
ferkuensi yang lebih tinggi pada pasien dengan psoriatic arthritis. Bahkan, sebuah sindrom telah dijelaskan bahwa
ciri- ciri radang selaput sendi (sinovitis), jerawat dan pustula pada kaki atau
telapak tangan, tulang menebal dan meradang (hyperostosis) dan radang tulang
(osteitis).
Gambaran Klinis
Pada penderita psoriasis, secara
makroskopik awalnya kulit tampak seperti bintik merah yang makin melebar dan
ditumbuhi sisik lebar putih berlapis- lapis. Tumbuhnya tidak selalu diseluruh
bagian kulit tubuh, kadang- kadang hanya timbul pada tempat-tempat tertentu
saja, karena pergiliran sel- sel kulit bagian lainnya berjalan normal.
Psoriasis pada kulit kepala dapat menyerupai ketombe, sedangkan pada lempeng
kuku tampak lubang- lubang kecil rapuh atau keruh. Penyakit psoriasis dapat
disertai/ tanpa rasa gatal. Kulit dapat membalik seperti kulit normal lainnya setelah
warna kemerahan, putih atau kehitaman bekas psoriasis.
Ada beberapa tipe dari psoriasis,
yaitu psoriasis vulgaris/plak, psoriasis gutata, psoriasis putulosa, psoriasis
erithrodermis, psoriasis kuku, dan psoriasis artritis.
Untuk jenis psoriasis artritis akan
disertai dengan peradangan sendi. Sehingga pada penderita psoriasis sendi
terasa nyeri, membengkak, dan kaku. Penyakit ini mirip dengan rematoid
artritis, tetapi tidak menghasilkan antibodi spesifik seperti halnya pada
penderita rematoid artritis. Dalam tahap ini, penderita harus segera ditolong
agar sendi-sendinya tidak sampai terjadi kropos.
Gambaran klinis psorisis artritis
menyerupai rematoid artritis, dengan adanya pembengkakan, nyeri dan kekakuan
pada sendi, hanya saja terdapat lesi psoriasis terutama berdasarkan temuan
klinis dan tes laboratorium. Namun terkadang sulit untuk membedakan antara RA,
PSA, atau penyakit kronis radang sendi. Hal yang dapat membedakannya adalah
kekakuan pada pagi hari (morning
stiffness) yaitu pembengkakan jaringan lunak pada tiga atau lebih sendi,
pembengkakan interphalangeal proksimal, metakarpofalangelis, atau sendi
radiocarpal, nodul rheumatoid, pembengkakan simetris, adanya faktor rheumatoid
dan erosi dalam sendi perifer pada radiograf. Perubahan radiografi di PSA
berbeda dari yang ada di RA. Seperti yang dibuktikan oleh adanya frekuensi
osteopenia periarticular yang lebih rendah dan prevalensi erosi interphalangeal
distal yang lebih tinggi bersama dengan adanya perubahan tumpukan (tuft changes), pencil-in-cup changes, proliferasi tulang dan ankilosis tulang.
Ada 5 tipe psoriasis artritis, yaitu
asymmetrical monoarticular dan oligoarticular arthritis (30- 50%), symmetrical polyarticular arthritis (30-
50%), distal interphalangeal (DIP) joint
involvement (25%) hampir selalu berhubungan dengan kelainan kuku.
Prognosis
Sampai saat ini belum dapat
diketahui secara pasti penyebab penyakit psoriasis oleh karena itu belum
ditemukan secara pasti cara atau obat untuk menyembuhkan penyakit kulit ini
secara sempurna, namun penderita Psoriasis suatu saat dapat menjadi mulus
karena siklus kekacauan pergiliran sel kulit ini kadang-kadang menjadi normal atau
dapat di atasi dengan obat, masa ini dikenal sebagai masa remisi. Untuk
mencapai keadaan remisi itu diperlukan kerjasama yang baik antara pasien dengan
dokter yang merawat.
`Psoriasis belum dapat disembuhkan
artinya belum ada penderita yang 100% terbebas dari penyakit ini, pengobatan
yang ada hanya untuk menekan gejala Psoriasis ini, memperbaiki keadaan kulit,
mengurangi rasa gatalnya. Penderita Psoriasis tidak bisa berhenti dari
pengobatan, ada pengobatan lanjutan sebagai pemeliharaan yang diberikan dalam
jangka waktu lama untuk mempertahankan kondisi dan juga untuk mengontrol
timbulnya kelainan kulit yang baru.
Untuk psoriasis dengan artritis
tidak dapat disembuhkan dan biasanya memburuk dari waktu ke waktu. Pengobatan
ditujukan untuk mengendalikan gejala dan komplikasi serta mencegah kerusakan
sendi. Tanpa pengobatan yang tepat dan olahraga, kondisi ini bisa semakin parah.
Perlu diketahui tidak ada hubungan antara beratnya psoriasis dan keterlibatan
artritis.
Bab
II: Laporan Kasus
Identitas Pasien
Pasien berinisial nyonya S, berusia 35
tahun dan beragama islam. Beliau bertempat tinggal di Tohudan Kulon, Colomadu,
Karanganyar. Nyonya S adalah seorang buruh pabrik rokok dan mempunyai satu
orang anak yang berumur 10 tahun. sisi dominan pasien adalah kanan. Pasien
didiagnosis mengalami psoriasis arthritis. Diagnosis topis adalah sendi wrist, PIP dan DIP kedua tangan, sedangkan
diagnosis OT pada area ADL adalah mengalami kesulitan saat memasak (memotong
makanan), area produktifitas pasien mengalami kesulitan ketika melipat rokok.
Riwayat Kondisi
Sekarang
Pasien saat ini mengalami keterbatasan dalam
melakukan kegiatan sehari-hari, seperti memasak, membersihkan rumah dan aktivitas
rumah tangga lainnya yang biasanya dilakukan. Untuk mengerjakan kegiatan
tersebut, pasien membutuhkan bantuan dari orang lain atau keluarga. Hal
tersebut dikarenakan pasien merasakan nyeri dan kaku pada sendi wrist, PIP dan DIP di kedua tangannya.
Dan pasien merasa rendah diri dan malu karena pada kedua tangannya terdapat
bintik-bintik merah yang ditumbuhi sisik lebar putih berlapis-lapis serta pada
kuku jari-jari kedua tangannya terdapat lekukan-lekukan dan berlubang.
Riwayat Kondisi Dahulu
Sebelum pasien mengalami artritis,
pasien mengalami psoriasis terlebih dahulu yaitu 6 bulan yang lalu, tetapi
psoriasis tersebut hilang. Tanda awalnya Pada kedua tangannya terdapat bintik merah yang lama kelamaan semakin
melebar dan ditumbuhi sisik lebar putih
berlapis- lapis. Namun psoriasis tersebut muncul kembali, tetapi kali
ini lebih parah karena disertai dengan peradangan sendi.
Riwayat Kondisi
Keluarga
Pasien merupakan anak pertama dari
lima bersaudara. Ayahnya juga mengalami psoriasis yaitu psoriasis vulgaris.
Psoriasis vulgaris dinamakan pula dengan tipe plak
karena lesi- lesinya berbentuk plak. Pada awal timbulnya bintik merah yang berangsur- angsur
membesar menjadi bercak merah yang disebut plak atau bercak yang kemudian
tumbuh dengan lebih cepat menutupi bercak merah dengan kulit yang berwarna
putih keperakan (berpetak-petak) yang terjadi dari sel-sel kulit yang mati,
yang akan terus menerus terlepas dari kulit yang terkena radang psoriasis plak
tersebut.
Langkah Pemeriksaan
Anamnesis
Pasien mengutarakan bahwa awalnya tidak merasakan
nyeri dan kaku pada sendi DIP kedua tangannya dan tidak diawali dengan
inflamasi. Hanya terdapat bintik-bintik merah yang semakin melebar dan ditumbuhi
sisik berwarna putih berlapis-lapis pada tangannya. Tetapi lama-kelamaan sendi wrist, PIP dan DIP pasien merasakan
nyeri, kaku dan membengkak.
Observasi
Dari pengamatan, kedua tangan pasien
terdapat bintik-bintik merah yang ditumbuhi sisik lebar putih berlapis-lapis.
Sendi DIP pasien bengkak, terjadi deformitas. Selain itu, kuku jari kedua
tangan pasien terdapat lekukan-lekukan dan berlubang, serta warna kukunya
berubah. Warna kuku pasien lebih keruh, warnanya kuning dan
kecoklatan/kehitaman.
Pemeriksaan terstandar
Medis
Saat pasien diperiksa dengan ditekan
jari-jari dan sendi-sendinya, pasien kesakitan dan merasakan nyeri. Menurut
hasil pemeriksaan dilaboratorium menunjukkan bahwa RF negatif atau rheumatic factor negatif.
Pemeriksaan LGS dan KO
Terlampir
Functional Independent
Measurement
Terlampir
Pengkajian data
Dari data-data yang telah
dikumpulkan, dapat kita ketahui rangkuman masalah yang dialami pasien sehingga
dapat digunakan untuk menentukan tujuan terapi dan menyusun rencana terapi.
Selain itu, kita dapat menentukan kriteria intervensi apa saja yang dapat
digunakan.
Rangkuman Masalah
Pasien mengalami psoriasis artritis
pada sendi wrist, PIP DIP di kedua
tangannya. Karena hal tersebut, pasien mengalami keterbatasan dalam melakukan
kegiatan sehari-hari. Pasien adalah seorang buruh pabrik rokok, sekarang pasien
membutuhkan bantuan untuk menjalankan aktivitas keseharian, yaitu memasak
menyapu dan pasien tidak mampu lagi bekerja sehingga di PHK oleh perusahaan
dimana ia bekerja.
Pasien merasakan nyeri, kaku dan pembengkakan pada
sendi DIP kedua tangannya. Sehingga menyulitkan pasien dalam melakukan
aktivitas dengan tangan. Pasien merasa rendah diri dan malu dengan keadaannya,
karena kulit tanganya rusak. Kulit pada kedua tangannya terdapat bintik-bintik
merah yang ditumbuhi sisik lebar putih berlapis-lapis serta pada kuku jari-jari
kedua tangannya terdapat lekukan-lekukan dan berlubang, serta warna kukunya
berubah menjadi keruh yaitu berwarna kuning dan kecoklatan/kehitaman.
Aset
Ekstrimitas atas pasien (bahu dan siku)
tidak mengalami gangguan. Pasien mampu melakukan mobilitas dengan baik setiap
harinya.
Limitasi
Pasien mengalami keterbatasan dalam
beraktivitas dengan menggunakan sendi wrist,
PIP dan DIP pada kedua ekstrimitas atas seperti memasak. Pasien merasa enggan
menggunakan jarinya dalam beraktifitas sehingga terkesan tidak mandiri. Pasien
merasa rendah diri karena terdapat bintik-bintik merah di tangannya sehingga membuat
pasien tidak mampu lagi bersosialisasi dengan tetangganya.
Tujuan Terapi
Tujuan terapi dibagi
menjadi dua yaitu Long Term Goal (LTG)
dan Short Term Goal (STG).
LTG-nya adalah pasien mampu memasak
secara mandiri dalam 8 kali sesi terapi. STG-nya adalah (1) pasien mampu
memotong sayuran secara mandiri dalam 2 kali sesi terapi, (2) pasien mampu
memasukkan bahan dan bumbu ke dalam panci secara mandiri dalam 2 kali sesi
terapi, (3) pasien mampu mengaduk sayuran secara mandiri dalam 2 kali sesi
terapi, (4) pasien mampu memindahkan panci dari kompor secara mandiri dalam 2
kali sesi terapi.
Rencana terapi
Kriteria terapi
Bab
III: Penutup
Kesimpulan
Psoriatik arthritis adalah penyakit
inflamatori yang biasanya menyerang pada sendi dan diawali dengan psoriasis. Tanda
dan gejala Psoriatik arthritis memiliki kesamaan dengan Reumatoid arthritis. Tidak
ada penyebab yang pasti dari penyakit ini, penelitian lebih menekankan pada
faktor keturunan.
Saran
Saran kepada pasien adalah agar
selalu rutin melakukan medikasi dan terapi (fisioterapi dan okupasi terapi)
agar dapat meningkatkan kemampuan fungsionalnya dan dapat mengurangi gejala
yang diakibatkan oleh penyakit tersebut.
Daftar Pustaka
Darkwin.2009.Psoriasis.Diakses pada 17 oktober, 2011 dari World Wide Web: http://darkwin98.wordpress.com
Low, valentin.2011.Psoriasis.Diakses pada 17 oktober, 2011
dari World Wide Web: www.iplskinclub.com
Wikipedia.2011.Psoriasis.Diakses pada 17 oktober, 2011 dari World Wide Web: http://id.wikipedia.org/wiki/Psoriasis
Komunitas Peduli Psoriasis
Indonesia.2011.Psoriasis Artritis.Diakses
pada 17 oktober, 2011 dari World Wide Web: http://www.psoriasis.or.id/psoriasis_artristis.php
Langganan:
Postingan (Atom)
